MENGHARGAI DAN MENERIMA

Semakin hormat semakin berjarak atau semakin menyatu?

Pertanyaan di atas sering saya lontarkan pada pasangan suami-istri yang hadir dalam seminar untuk para orangtua murid. Jawabannya: semakin dekat dan menyatu. Untuk itu kita perlu belajar “menghargai” dan “menerima” …

MENGHARGAI DAN MENERIMA

Dalam kamus Webster’s New World Dictionary, salah satu definisi yang diberikan untuk kata respect (menghargai) adalah, “merasakan atau memperlihatkan hormat atau penghargaan”. Sedangkan istilah accept (menerima) didefinisikan sebagai, “menerima, terutama dengan sukarela.”

Pada akhir tahun ini, Santy dan saya akan merayakan ulang tahun pernikahan kami yang kesepuluh, dan secara mental saya sedang membuka kembali lembaran- lembaran hidup bersama kami. Pikiran saya pun menerawang pulang ke hari pernikahan itu, dimana kami berdua berdiri di altar, di hadapan Allah, mengikrarkan janji setia untuk mengasihi sampai “kematian memisahkan kami”.

Walaupun kami sudah berpacaran selama tiga tahun dan merasa siap memasuki mahligai pernikahan, namun sesungguhnya persiapan kami jauh dari “siap”. Pada waktu saya membaca ulang apa yang tertulis pada lembaran-lembaran kehidupan bersama kami, dua kata menyelinap masuk ke dalam benak saya, yakni kata respect dan accept. Pada kesempatan ini izinkanlah saya membagikan kepada para pembaca sekalian apa yang saya telah dan sedang pelajari dari kedua kata itu.

Pengenalan yang mendalam akan diri pasangan kita memang menolong memperkuat ikatan pernikahan, namun sekali-kali tidak menjamin keutuhan pernikahan dalam menghadapi perubahan-perubahan dan tekanan-tekanan hidup.

Dahulu kala saya memiliki suatu keyakinan—atau lebih tepat lagi, suatu harapan—bahwa yang terpenting dalam pernikahan adalah menikahi seseeorang yang dikehendaki oleh Allah. Berlandaskan keyakinan itu saya berharap bahwa penyesuaian hidup berdua akan berjalan relatif mulus. Ternyata saya keliru (sekurang-kurangnya dalam kenyataan hidup pernikahan kami).

Kenyataan bahwa Allah telah mempersatukan kami, tidaklah sekali-kali berarti bahwa kehidupan pernikahan kami akan harmonis. Setiap hari kami dihadapkan dengan situasi-situasi yang menguji keharmonisan pernikahan kami! Setiap saat merupakan arena untuk kami belajar menyesuaikan “kehendakku” dengan “kehendakmu”. Ternyata respect dan accept menjadi penting dalam proses mengharmoniskan pernikahan seseorang.

Pada waktu kita terbuai dalam amukan gelombang asmara, mudah bagi kita untuk melihat hal-hal yang menawan serta baik dalam diri pasangan kita. Untuk hal-hal yang menawan dan baik itulah kita memberikan rasa hormat kepadanya. Rasa hormat ini timbul secara alami karena kita memang merasakannya. Kita dapat mengatakan bahwa kita menghormatinya karena, “dia sensitif”, atau “dia seorang yang jujur”, dan seterusnya.

Setelah menikahpun, kita masih dapat mengungkapkan penghargaan terhadap hal-hal yang baik yang kita lihat pada dirinya. Cinta memang mudah tumbuh dengan subur di atas tanah yang penuh dengan hal-hal yang menimbulkan rasa hormat.

Namun demikian, tanah tempat kita berpijak dan melangkah tidak selalu gembur dan menggemukkan tanaman. Adakalanya tanah itu berkerikil dan kering kerontang. Kita mendapatkan hal-hal yang tidak kita sukai dalam dirinya dan hal-hal ini membuat kita mengalami kesulitan dalam merasakan, apalagi memperlihatkan penghargaan kita kepadanya.

-Paul Gunadi, PARAKALEO, 01.06.2011

 Ikuti kelanjutannya…

:)  Pesan bagi Pembaca: Setiap pertanyaan atau tanggapan Anda, dihargai. Terima kasih dan salam hangat dari eva kristiaman :)

Ikatan Ibu dan Bayi Sangat Menentukan Hidupnya

Nasihat mengasuh anak untuk mengembangkan ikatan melekat aman

“Lima tahun pertama dalam hidup seorang bayi sejak dari kandungan, adalah usia yang sangat penting, yang akan berpengaruh seumur hidupnya.” Itu benar, tetapi apa penyebabnya?

Saya baru benar-benar paham, saat saya bertemu dan memiliki sahabat karib yang sulit mengatasi stres, kegelisahan, dan ketakutan, sekalipun dia sangat cerdas. Bila orang lain bersenang-senang untuk bisa mengatasi stres, dia harus tenang dan relaks hingga stresnya berkurang, untuk bisa senang.

Belajar memahami dia, membuat kami berdua menelusuri bersama mencari penyebabnya melalui konseling dan buku, juga situs web yang disarankan konselor. Dan itu membuat saya menemukan dan memahami diri dengan lebih baik. Ikatan ibu dan bayi, ternyata sangat menentukan hidup saya, hidup dia, hidup Anda, dan hidup bayi Anda!

Ikatan melekat, istilah yang saya gunakan di sini untuk istilah “attachment bond”,  adalah relasi yang dalam dan tahan lama, yang berkembang antara Anda dengan bayi Anda di tahun-tahun awal kehidupan. Ikatan ini menciptakan relasi yang unik yang membentuk perkembangan bayi Anda.

Ikatan ini memotivasi Anda untuk memberi perhatian yang saksama terhadap kebutuhan-kebutuhan bayi Anda— seperti bangun di tengah malam untuk menyusui dia, tahu bila popoknya perlu diganti, dan mengerti apa makna dari tangisan-tangisannya yang berbeda.

Proses dari keterikatan dan pelekatan terjadi secara natural saat Anda mempedulikan bayi Anda, namun itu tidak selalu mudah atau tanpa stres. Adalah normal bila Anda merasa tak yakin, takut, atau belum merasa terhubung pada mulanya. Bagaimanapun, ada banyak hal yang Anda dapat lakukan untuk memulai membangun ikatan melekat yang aman (secure attachment bond) dengan bayi Anda.

Pentingnya mutu ikatan melekat

Ikatan melekat adalah relasi yang unik antara bayi Anda dan diri Anda selaku perawat utamanya. Relasi ikatan secara insting ini menarik kalian berdua bersama-sama, memberi keyakinan bahwa kebutuhan-kebutuhan dari bayi Anda yang tak berdaya dan rentan akan dipenuhi.

Di tahun 1990-an ledakan pembelajaran yang menyingkapkan fakta bahwa relasi unik ini, ikatan melekat itu, adalah faktor kunci dalam perkembangan fisik, sosial, emosi, dan intelektual bayi Anda.

Mutu dari ikatan melekat ini ada dua: aman dan tidak aman. Ikatan aman diciptakan dari ibu yang melengkapi bayinya dengan landasan optimal untuk kehidupan: dorongan untuk belajar, kesadaran-diri yang sehat, percaya dan kepedulian terhadap orang lain.

Sedangkan ikatan yang tak aman, tercipta dari ibu yang tak dapat memenuhi kebutuhan bayinya akan keamanan dan pengertian, sehingga menyebabkan dalam kehidupan bayi tersebut nantinya: kebingungan tentang dirinya, serta kesulitan-kesulitan dalam pembelajaran dan berelasi dengan orang lain.

Fokus yang baik pada saat melakukan kegiatan bersama bayi Anda, memberi rasa aman yang dibutuhkannya, dan sangat menolong dia untuk bisa mengatasi kuatir, stres, kuatir, gelisah, serta bersikap tegas hingga dewasa nanti.

Ikuti kelanjutannya…

:)  Pesan bagi Pembaca: Setiap pertanyaan atau tanggapan Anda, dihargai. Terima kasih dan salam hangat dari eva kristiaman :)